mampir dan mengintip

Sunday, February 14, 2010

Black Valentine.

What a scary title! as if I'm all that desperate in celebrating the Val's day. Well, i feel a bit sad. I dont know... couple days behind, i feel there is a hole in my heart. Like I'm a dust blown by the wind.

I need to say 'I love you'. But.. who is that person? I mean, I'm all alone... nobody asks me to go out. Poor me...

I try to not pitying my self... but It's kinda more pathetic to be pretend that I'm all okay. Well let's blow the candle and keep the silence hide my tears.

Valentine... Will next year somebody give me a box of sweet chocolate with a red rose as the love symbol? Now I claim my self as a 'pathetic'.

Saturday, February 13, 2010

Aku ingin pacaran.

" Aku ingin pacaran, Mama. Besok Valentine."
" Besok hari Minggu, Sayang."
" Tapi tanggal empatbelas..."
"Setiap bulan memiliki tanggal empatbelas..."
"Tapi ngga setiap bulan memiliki Valentine, Mama..."
" Maka dari itu kasih sayang tidak harus di hari Valentine, dan tidak harus sama pacar saja."
" Maka dari itu Mama cerai sama Papa?"
"Kenapa kamu berkata seperti itu? Mama nggak ngerti isi dari kalimatmu?"
"Karena Mama terlalu sering membagi kasih sayang... ke semua orang, bukan hanya Pacar."
"Kasih sayang itu universal, dan Papa itu suami Mama, bukan pacar."
" Oh... apa make love juga bisa di universal-kan seperti halnya berbagi kasih sayang?"
Shut your mouth and go to your room! Mama ngga ada waktu buat meladeni pertanyaanmu yang ngga berbobot! Dan sebentar lagi teman mama datang. Tolong jaga sikap kamu, Aida!"
" Mama mau membagi kasih sayang dengan teman Mama?"
"Ini urusan orang dewasa! Tugas kamu hanya belajar, belajar dan belajar!!"

Aida pun memasuki kamarnya sambil tertunduk... Tidak lama kemudian bel pintu berbunyi. Mama merapihkan rambut dan menyapukan lipgloss. Seketika Matahari berkilauan di sepasang bibirnya yang mulai turun.

Dari celah pintu kamar Aida mengintip. Mamanya dengan ramah menyambut temannya... dan berbagi kasih menjelang hari Valentine, di kamarnya tanpa busana. Aida mengeluh dalam hati.

"
Huh... Mama curang."

February Rain, and Me.

It's a cloudy day. I'm lovin'it. February... And tomorrow is Valentine's day. I need to concentrate to my soon to be publish novel... but i dont know somehow it's all seems hard to be finished. Cerita udah rampung, tapi kok ya halamannya masih kurang? i have to enhance and increase the pages. Menambahkan sisipan-sisipan tanpa merubah main story, and it's kinda difficult.

Damn,
it's all because i'm broke perhaps. There is no penny in my pocket, at all! Tabungan juga udah ludes... sedangkan kerjaan dipindah tangan ke orang lain. Shit. It's happen over and over again. Huff... What should i do?

Satu-satunya harapan adalah sisa honor menulis skenario film yang masih ada setengah lagi. Seandainya itu bisa turun sekarang... mungkin aku bisa segera keluar dari rumah membosankan ini dan memulai hidup baru, dan produktif menulis novel. Hey.. ini rencana dari tahun jebot masih belum terlaksana juga!? Argh...

Eforia rumah Mertilang sudah berkurang. Apa yang hilang ya? Kemarin Timmy dateng dan dia bilang kalau rumah ini sudah tidak serame dulu lagi,
Iya sih... aku ngerasaiinnya. Sekarang rasanya sepi, nothing makes us excited kecuali ANTM, itupun kadang bikin gondok karena macet di tengah-tengah. Jeko dan Lince juga udah mulai membosankan... apalagi makan siangnya. Huaaaaaaa.... aku ingin segera keluar dari Mertilang ini!!! >_<

Mungkin kita udah sampai pada titik jenuh... atau karena kita sekarang sedang ada di titik nol alias bokek?? Haha.. i dont know either. Yang pasti rumah Mertilang bener-bener anyep. Mungkin di kutuk Agnes kali ya? hahaha... emang siapa Agnes? dia yang berbuat dzolim ke kita kok ya dia yang ngutuk. Lol.

Arrgh. Memang aku ini tolol. Terus aja mengeluhkan dan empot-empotan ketika ingin menambah halaman novelku. Padahal tinggal kerjain aja apa susahnya sih!? KARENA GUE BOKEK! dan bokek bisa menyebabkan kejenuhan akut dan berimbas pada hilangnya semangat dan kreatifitas menulis! hahahaha...

Tapi tapi tapiii... bayangkan dong keuntungan apa yang didapat ketika lo berhasil menerbitkan novel lo, Lei? You'll be famous!
Wait. Speak of the devils, kemaren Si Kekeh dan Mm menyarankanku untuk menjual putus aja Novelku itu. Dan sangat tidak menyarankan sistem Royalty karena aku penulis baru. What was on their mind....? Iya sih mereka bilang itu menguntungkan aku karena Gramedia bisa mengalokasikan uang yang seharusnya dijadikan royalti, untuk mempromosikan Novelku.
Tapi, bagaimanapun Novel gue nantinya akan menjadi sumber uang Gramedia, maka mereka pasti akan mempromosikan dong, meskipun memakai sistem Royalti? Ah.. ngga ngerti deh. My Instinct says that i have to take the Royalty payment. Karena aku yakin my Pre Wedding bakal meledak di pasaran. Iya memang, ini bukan masalah bagus atau nggak, tapi ini adalah masalah laku atau ngga. Well, i believe with my instinct. My novel will be on the best seller catalog. :D

Hujan... turun lagi dong? tapi jangan bikin Jakarta banjir ya...? Kasian orang-orang baik dari golongan ekonomi rendah... gapapa deh mereka yang kaya dan berperilaku rakus dan animalistic, mereka pantas mendapatkannya. Tapi jangan orang yang baik-baik...

Tuesday, February 2, 2010

Hey, i miss you!

Ah, Blogspot!

I just cant stop smiling. :) it feels like i found a precious treasures when im reading all my old stories. And it's written past two years a go.

Yep, today is February. (Yet again) haha. Hmm, apa ya? im speechless. so many things has happened to me, super fabulous dan menyenangkan, dan ada juga beberapa yang menyedihkan. Dinamika hidupku semakin seru! Teman baru, sahabat bertambah... pekerjaan.. getting better so far. Novel in progress. Dan juga film. YEP I wrote a movie script!!! Yaayyy.. hahaha..

geez, i really grateful to Him, karena Dia masih mendengarkan permohonan dan do'aku. Ya mimpi itu semakin dekat.. untuk menjadi seorang penulis. Semua itu berkat seorang perempuan baik hati bernama Alberthiene Endah. She is amazing! Karena beliaulah aku bisa mendapatkan kesempatan untuk menulis skenario film. Ah,.. Dengan ucapan terimakasih aja ngga bakal cukup mengungkapkan rasa sukurku bisa kenal dengan beliau. Everybody recognized her as a very famous writer.

Aku sekarang masih di mertilang. Yep... rezim kumarisme sudah berakhir. Dan kini kami lebih nyaman berkerja,. selayaknya seperti keluarga. Aku sangat lega... akhirnya semua ini bisa dijalani dengan sepenuh hati. Meski masih menulis scriot sinetron, tapi ternyata banyak banget ilmu yang bisa aku dapet disini, sebagai bekal untuk bisa menjadi penulis yang bagus.

How about my love life? :)
Many things happened actually. i dont know. is till havent found what im looking for. Maybe im with somebody rite now. But i really dont know, apakah dia akan menjadi seseorang yang aku cari selama ini? entah lah, untuk sekarang aku merasa nyaman dan hubungan kita berjalan baik. Aku hanya bisa menyerahkan semuanya pada yang Maha Mempunyai Kehendak. apapun kehendakNya dalam hidupku ini, aku pasrahkan...

Hey, now im 24 years old. Dan aku masih belum mendapatkan achievement apa-apa! well, kecuali nanti film itu udah tayang dan ada namaku di credit titlenya. Okelah, bisa aku bilang aku udah dapet achievement, tapi kan nothing absurd in this world.. ada kekhawatiran suatu hal terjadi. Entah itu diundur, di rubah, or dibatalkan. Tapi, its okay.. aku percaya apa yang terjadi dalam hidup ini selalu menyembunyikan hikmah dan makna terbaik untuk manusia, karena Dia lah yang menjadi Pengatur atas jalan dan bersirkulasinya semesta ini.

Intinya, i'd like to be getting wiser from age to age. So, help me God. I know human is the source of uncertainity. Tapi setidaknya aku berusaha untuk menjadi manusia yang konsisten dengan kebaikan.

Jika kelak aku menjadi penulis terkenal... Aku akan selalu mengunjungi blog ini dan mengingat, bahwa aku adalah manusia dengan kebaikan. Tidak akan popularitas merubahnya. Amin. Semoga...

Well, it's february 201o. Life has so many changes. But not my self. Im still the old Alei.. :)

Wednesday, July 22, 2009

Kata Hati yang Terbungkam

Ternyata, langkah yang sudah sepenuhnya yakin bakal gue ambil, terjegal oleh banyak hal, mulai dari opini teman dan sahabat, sampai atasan gue sendiri. Tadinya gue udah mantap banget untuk meninggalkan this what so called luxury, tapi entah kenapa kalimat-kalimat dari temen-temen dan sahabat gue bikin gue menarik mundur rencana dan meredam hasrat untuk bisa menulis dan berkreasi dengan bebas.

Ini berkah, bisa jadi musibah.

Yup.

Akhirnya gue stay disini.. melanjutkan pekerjaan sebagai penulis skenario sinetron. Hey.. bukannya apa yang lo hadapin sekarang ini adalah sebuah keberuntungan?!

Mungkin ya.. mungkin juga tidak.

Gue merasa lebih yakin sama diri gue sendiri, masalah rejeki sudah diatur sama yang Di Atas.

Sudah sedari dulu, gue merasa yakin bakal menjadi seorang penulis.. dan gue memantapkan diri gue untuk mewujudkan keyakinan yang lama kelamaan berubah menjadi obsesi dan impian, menjadi sebuah kenyataan. Gue diberkahi anugerah yang begitu besar oleh Tuhan: Bisa menghasilkan ide-ide cerita yang brilian. Dan gue merasa terpanggil untuk segera menuangkannya kedalam tulisan... menjadi sebuah Novel, dan Film.

GUe yakin sepenuh keimanan gue terhadap diri gue sendiri, bahwa gue bisa menjadi apa yang gue inginkan: To be a GREAT writer.

Tapi persoalannya, sekarang ini gue sama sekali ngga punya tabungan. " So what you gonna do to extend your life?" My bestfriend said.

Mereka begitu mengkhawatirkan, bahkan sangsi, gue bisa menghidupi diri gue sendiri, dan mereka sudah memprediksi gue bakal balik lagi ke mereka dan memohon bantuan untuk menyambung hidup.

Gosh.. sebegitu lemahnya kah gue? memang kalo diliat dengan mata telanjang, hal tersebut seems too absurd to be true. Tapi, entah kenapa, ini bisa menjadi batu loncatan gue, dan gerbang yang bisa membuka gue menuju level selanjutnya.

Gue merasa menjadi seorang pengecut sekarang ini... dan gue -jujur- takut dan sangat khawatir, dengan gue melanjutkan tinggal disini, maka kreatifitas gue akan bener-bener terbelenggu, dan tiba-tiba aja mati.. sehingga gue tidak bisa berkreasi lagi.

Kalau udah kayak gini...

SIAPA YANG MAU BERTANGGUNG JAWAB!?

OK... GUe stay disini, bukan karena gue terpengaruh dengan kekhawatiran sahabat-sahabat gue tentang kehidupan gue yang bakal gue jalanin nanti, tanpa pemasukan. Gue sama sekali tidak takut dengan apa yang terjadi. Selama gue bisa memiliki tempat yang nyaman buat nulis, dan gue bisa menikmatinya seharian penuh,. senin sampai jum'at, tanpa distraksi, gue yakin gue akan baik-baik aja.

GUe Stay disini.. untuk berterimakasih atas perhatian, cinta kasih dan kepedulian yang udah mereka berikan ke gue. Gue sangat terharu, dan sangat menghargainya.

Tapi satu hal, guys.. i cant stay here quite any longer..

Tuesday, July 7, 2009

Time to starts a new journey!

I feel lost. The life concept i've been using seems has some degeneration. It's getting narrower, or it's me who getting older? It's not as brave as before... seems too many things to think before i make a decision. Too many consideration as if this life has been changes into a dangerous play ground, so i should play more carefully.

Beberapa tahun yang lalu aku selalu bisa menjalani hidup dengan keberanian. Melakukan apa yang ingin aku lakukan tanpa harus terlalu banyak mempertimbangkan. Just do it. Tapi sekarang.. setelah semua yang aku inginkan menjadi kenyataan, kenapa aku malah takut untuk mengambil langkah memulai babak baru? untuk meraih impian yang lebih besar!!! Tapi masih terlalu banyak pertimbangan.. huffff...

Ah, mungkin sekarang aku mulai memikirkan keluarga dan masa depan. Tapi apa iya harus merubah pendirian? Atau kasarnya, menjadi pengecut...? Aku seperti terperangkap dalam sebuah kotak bernama zona aman. Padahal setahun yang lalu aku mempunyai keberanian untuk mendobraknya! Tapi sekarang, kenapa..?


Ok, i should refresh my brain. Inget ga, kalo lo pernah hidup tanpa duit sepeserpun di dompet...?
Nah.. lo juga bisa bertahan dengan keadaan sekarang. Tinggal gedein nyali aja!


Baiklah.. Mungkin sudah saat nya aku kembali memulai petualangan.. yaay! Aku akan menjadi supir taxi atau barista di Starbucks. hihi..

Wednesday, May 20, 2009

Hujan penghujung Mei

Aku gundah. Hujan itu membuatku ragu dan gelisah. Kini aku lemah... kemanakah gairah itu? Membuatku melangkah bak pecundang. disapu angin kering dibawah sorotan matahari terik.
Apakah ini semua karena aku terlalu asyik dengan dunia sendiri?

Salahkah aku..?

Karena diluar terlalu berbahaya.. orang bicara bukan karena fakta, melainkan emosi impulsif yang keluar saat itu juga.
Lantas Bagaimana menyikapi kehidupan liar ini? Opini berkeliaran bebas tanpa perduli ada yang tersakiti, entah itu perasaan entah itu kebenaran.

Dan jalan satu-satunya adalah diam, atau berbicara dengan hati nurani. Seperti kata Dewi lestari, imbuhkan titik ketika kita sudah mengalami, dan tanda tanya untuk semua hal yang belum kita alami atau saksikan dengan mata kepala sendiri.

Dan kesimpulanpun akan berdiri kokoh bukan hanya sebagai pemikiran absur semata.