mampir dan mengintip

Wednesday, November 16, 2011

Misspelling dalam tulisan di blog ini...

Dear readers,
Harap dimaklum kalau susunan kata dalam beberapa postingan blog ini berantakan, saya nulisnya di sebuah gadget yang belum begitu saya kuasai. Dan agak sulit untuk di scroll down dan diedit. Pokoknya itu deh. I know, there are somany repetition words yang ada falam satu paragraf yang sama. Tapi yang penting isinya lah. ;]

How to Train your dragon?

There is a dragon inside every human. Namanya Ego. Sebuah kebuasan yang bIsa bangkit oleh sebuah kondisi yang bersifat offensive. And now, the dragon inside me is hungry. Hungry for some actualizations. Acknowledgement. Pengakuan. Penghargaan. Respect. Im at the bottom of everything. Well not really, but its a place very close to desperation. Drama. Lebay. Gak juga sih, gak kayak gitu juga. Intinya, aku masih hidup, masih semangat, masih punya kobaran dalam dada. Mimpiku masih ,emberikan kekuatan dan energi yang kuat. Hanya aja mungkin saat menunggu inilah yang membuat ego dan jiwa gelisah. Deep inside myheart i know that everything is gonna be just fine, tapi yaa wajarlah saat ini aku gelisah. Aku sedang menunggu sebuah keputusan seseorang yang akan mengambil keputusan antara invest atau tidak.
Dear Ego, be patien for a bit longer ya? I will feed you up very soon.

Sunday, November 13, 2011

Not just a pep talk.

Kata orang, apapun masalah yang terjadi, ketika kita tengah dalam peejuangan meraih mimpi, selalu bersikap elegan seolah kakimu hanya tinggal tiga langkah menuju gerbang mimpi. Angkat dagu, tersenyumlah... Melangkah dengan ringan. Bersikap seolah kamu sudah menjadi seorang yang sudah menggenggam mimpi. Tapi jangan sampai kebablasan dan malah jadi bersikap sok dan pongah. Nanti jadinya sukses belum tapi blagunya iya. Ada cara berkelas yang bisa membua kita semakin dekat pada kesuksesan. Bersikap ringan dengan atittude poaitif dan jangan terlalu khawatir dengan masa depan. Selama kita masih dan sedang memperjuangkan mimpi yang diperjuangkan dengan passion kita, maka semuanya pasti akan baik-baik saja.
Ketika kita dalam keadaan terpuruk, tetap yakin akan ada ujung dari kegelapan ini. Karena tidak ada terowongan yang tidak mempunyai pangkal. Karena cahaya itu sejatinya ada dalam hati kita. Meski tersesat, pijar itu akan emnuntun kita kembali pada jalurnya.

Crying over my dream. Not.

Halo November... I know, its been too long since the last post i copied and put it on blog. Yeah, i havent writing again ever since the last time i put all my thoughts down. I dont know. Well, im not really bussy actually. Im kinda bussy a bit, but not really that bussy. I just dont know what to write eventhough my mind is so full with everything. Like, seriously, everything. 
Beberapa bulan kebelakang mood gue lumayan dibuat ribet sama kerjaan dari TVRI. Mungkin gue jenuh, atau mungkin gue kesal dengan drama yang diciptakan seseorang. Atau mungkin itu hanya pikiran negatif gue aja? Entahlah... Yang pasti gue ngerasa semuanya nggak masuk akal, dan terlalu banyak fakta yang dipelintir. Dibikin heboh, padahal cuma hal sepele. Tapi entahlah... Cuma Alloh yang tau. Dan Gue pastinya, juga orang yang bersangkutan itu.
Anyway, biarin lah hal itu jadi masa lalu. Sekarang ini gue sedang fokus untuk menerbitkan novel gue yang kedua, The Unspoken Goodbye. iya, gue menerbitkannya secara independen tanpa melalui publisher. Im a proud independent writer. Penulis indie kere.what ever. Hahaha. Emang bener siih gue saat ini kere banget. Im broke. Gue bangkrut. Kerjaan dari TVRI udah selesai, dan sepertinya gak lanjut ke sesi tahun depan. *perasaan gue dari taun kemarin isi blog ini seputar kebangkrutan melulu ya?* ppffft. Tapi jangan khawatir sayaang, im gonna be a great writer someday. Amen for that. :) 
jadi kan sekarang ini gue lagi nyari investor... Buat biaya nyetak novel gue itu. I need about tigapuluh enam juta buat nyetak sekian ribu buah novel. Dan sampai saat ini belum ada investor potensial. Hufff... Gue beneran sedih dan galau. Ga tau harus nyari ke mana lagi. Semua oranga potensial udah gue tawarin, tapi masih belum ada hasil yang menggembirakan. 
Dan saat ini gue sedang menangis. Menangisi mimpi gue... *dalam batin tapi nangisnya* Sesuatu yang sangat pengen gue wujudkan tapi banyak sekali rintangannya. Gue berpikir, gimana seandainya gue harus membunuh mimpi ini? Dan melupakan semuanya karena nggak kunjung menemukan jalan? Mungkin gue bakal sangat terpukul. But hey, am not gonna give up what ever happen. I will keep fighting for my dream. Semakin tunggi rintangan, semakin menggebu hasrat untuk menaklukannya. Gue memang sedih dan galau, tapi bukan berarti gue pasrah dan menyerah begitu aja. Nggak. Gue masih ada semangat untuk menaklukan rintangan. Sampai tiba saatnya semua ini terwujud, gue gak bakal berhenti berjuang untuk membuat semua ini bukan hanya sekedar mimpi, tapi sebuah bentuk kesuksesan yang nyata yang bisa dirasakan dan dibagikan kepada orang-orang yang gue sayangi. 
Dan gue harus membayar lunas semua perjuangan yang udah gue lakukan buat menebus mimpi ini. Semua pengorbanan, doa-doa dan suntikan semangat dari nyokap, keluarga dan sahabat yang selalu menyertai setiap langkah yang gue ambil. I owe them this much. 
Seriously. Gue Udah banyak banget baca cerita perjuangan orang sukses dalam meraih mimpinya. Semuanya sama. Semuanya sangat pedih dan penuh onak berduri. But they never quitting and instead fighting harder instead. Dan begitupun dengan gue. Gue menganggap ini adalah proses yang sama yang seperti udah mereka lewatin. Gue anggap ini adakah langkah selanjutnya yang semakin mendekatkan gue pada pencapaian mimpi. Gue nggak minder, gue nggak malu. Meski memang sesekali down dan sedih, tapi di balik semua itu ada keyakinan yang semakin membara, sebuah keimanan yang semakin tebal, bahwa ini adalah jalan yang tepat yang harus gue jalani. Semuanya sudah berada di jalur yang tepat. All i have to do is be patient and keep moving on, fighting and praying. I know sucsess is not something that easily achieved. Thats why gue *tanpa bermaksud sombong* meminta sama Tuhan bukan untuk dimudahkan, tapi untuk dikuatkan. Sama sekali tidak bermaksud sombong, tapi emang gue sadar pada akhirnya kesuksesan adalah sebuah kerja keras yang harus diperjuangkan terus dibarengi doa dan ketabahan. 
So i say, what ever the obstacles blocked my way, im not gonna givin up. :D

Wednesday, October 19, 2011

Di Ambang September

Seperti memasuki rumah masa kecil. Bulan ini menyimpan banyak kenangan yang hangat. Melumer seperti mentega yang tergelincir oleh kehangatan bolu panggangan ibu. Aromanya masih menguar di setiap sel indera penciuman.. meski sudah melalui ribuan terbit dan tenggelamnya matahari.

Mungkin di hari Ini, puluhan tahun silam, ibu tengah membayangkan, seperti apa wajahku nanti. Waspada, gelisah, was-was.. menanti kehadiran buah cinta ayah yang mengendap genap sembilan bulan di rahimnya. Tersenyum bahagia merasakan setiap tendangan sebagai bahasa tak bicara, bahwa aku dan Ibu saling merindu, dan tidak sabar bertemu untuk pertama kali.

Di ambang September,
Aku selalu merasakan ini. Perjalanan puluhan kota, ribuan jarak dan diam selalu memberikan sebuah biru yang telak mengharukan hati. tahun-tahun yang jauh, sentuh tangannya hanya hadir dalam mimpi. Aku rindu.. tapi harus kupendam sendiri. Cinta dan kasih tidak terbatas pada ukuran materi, hatiku dan hatinya sedekat urat nadi.

Sepi tercipta seiring langkah yang semakin berani menapaki hidup. Padahal langkah mungil dulu, begitu tertatih menggapai pelukannya, di sebuah pekarangan rumah dipenuhi cahaya surya keemasan.. disebuah kehangatan keluarga yang gemilang, sehabis dimandikan sore hari. Aroma bedak dan kayuputih, senyum bahagia.

Ah, September..
tahun-tahun terlewati, satu persatu harapan tumbuh dan menjadi tunas. Ada air mata, tawa bahagia, senyum duka.. Semua kenangan bersatu dalam sebuah album tahunan yang kubuka satu persatu, mencerminkan perjalanan panjang yang telah aku lewati.. dan kupungut makna yang terselip didalamnya.

September, Ibu, Matahari.

Tiga sumber kehidupan yang abadi. Awal dari perjalanan panjangku. Awal pencarianku.

-Repost from FB notes-

Monday, May 23, 2011

Ace and Cleo.

They were very naughty.. Lari ke sana ke sini bikin berantakan rumah. Dan kadang suka bikin jengkel. But our love is too big to get disturbed by their annoying behavior. They loved us like we do sincerely. There are so many memories I had with them. A very deep ones. Maybe someday I'll tell the story about how Ace taken care of his sister Keko when she was dying few months a go. He was very concern about her sister's condition. Hampir tiap hari dalam kurun waktu dua minggu, dalam beberapa jam dia akan tidur di sampingnya, ngejilatin, nungguin... Not like a common cat as usual. Dia kayak tau kalau kakak nya butuh perhatian.

Nyesel banget nggak sempet ngambil foto si Ace..

Good bye Cleo and Ace, you are surely will remain in our memories for eternity. Thank you for being the part of us. :')


Sunday, February 27, 2011

?

Question mark. Spinning around entire the air that I breathe now. Gue kerap kali bertanya pada diri sendiri, kenapa akhir-akhir ini begitu kesulitan dalam menjabarkan risalah hati? Gue merasakan sebuah kesedihan, tapi nggak tau gimana cara menuangkannya dalam kata-kata. Setiap kalimat yang aku ketik selalu aja terasa nggak tepat. Aneh.

Apa karena rindu rumah? Atau sedih karena kemungkinan besar tidak bisa menghadiri pernikahan sahabat gue?

dua-duanya.

Hidup selalu berisi dilema. Di saat kita bebas, tidak ada satupun hal yang menuntut kita untuk konsentrasi dengan keras dalam pembagian waktu. Tapi ketika kita berada dalam sebuah kesibukan, sesuatu yang penting selalu hadir dalam berbagai macam bentuk kepentingan dan beberapa pilihan.

Sial. Kadang hidup itu menjadi rumit memang karena adanya pilihan. Nggak pernah gue dibingungkan oleh hal itu hingga seperti sekarang ini. Biasanya aku selalu berhasil lepas dari keribetan dalam memilih opsi. Aku selalu tau mana yang aku perlukan mana yang aku inginkan dan mana yang aku butuhkan.
Tapi tidak untuk sekarang, semuanya sangat penting.

damn.

Sahabat yang sangat aku sayangi akan menikah, dan itu adalah momen paling penting bagi kami. Dan aku kemungkinan besar tidak bisa menghadiri pernikahannya.

Rasanya aku pengen nangis aja... Tapi tetep aja nggak tau gimana caranya? Hanya hati aja yang pedih dan geram oleh kegemasan atas keadaan ini.

Damn again.