mampir dan mengintip

Sunday, December 26, 2010

Wonderful Things About Friendship.

Hey Blogie,
Another day has gone by. Lima hari lagi menuju taun baru! Banyak hal yang dirasakan, specifically about feelings and emotions. Taun baru, sebuah momen dimana kita merayakan pengharapan baru. Dan sebelum kalender taun ini menyelesaikan tugasnya sebagai penunjuk hari sepanjang 2010, berarti masih ada sisa harapan yang udah dibuat awal taun. Some of them are accomplished, some of em' are not. Well, anyway. Bosen cerita tentang resolusi. Bukan bosen gimana-gimana, tapi yang pasti resolusi sepantasnya dijadiin konsumsi pribadi aja... ya kan? (Padahal gue juga suka ngobral resolusi sana sini. Well, sama orangu2 terdekat doang sih.)

Gini. Dari dulu dulu gue pengen cerita tentang manusia-manusia amazing yang mampir dan tinggal di kehidupan gue. Mereka adalah manusia-manusia hebat dan menyenangkan yang memberikan warna lain dari sebuah kehidupan, yang sama sekali belum pernah gue temukan.

Pernah nggak, ketika kita duduk sendirian, kita tersenyum sendiri ketika mengingat hal-hal lucu, entah itu lelucon, kejadian, bencana, apapun itu, bersama sahabat kita? Saking membekasnya, kadang suka bikin kita tiba-tiba mengulum senyum meski berada di sebuah tempat yang bisa memunculkan spekulasi. (baca: Tempat umum di mana posisi kita ibarat display toko, semua orang bisa melihat dan memperhatikan.)
Gue sering banget ngalamin hal kayak gini. Senyum-senyum sendiri padahal nggak lagi ngobrol ama siapa-siapa. Paling sering kalo pas bangun tidur. Gue kan kalo bangun tidur itu udah pasti bengong dulu ngumpulin nyawa barang setengah jam atau se jam. Nah, kalo lagi bengong cengok gitu, gue suka nggak sengaja memutar ulang hal-hal lucu yang gue alamin sama sahabat-sahabat gue. Dan tiba-tiba aja gue senyum gitu... Malah hampir masuk kategori ketawa. Bahkan di bis, ato lagi jalan kaki, ketika ngeliat suatu hal yang bisa ngingetin gue sama kejadian2 sama sahabat gue, udah otomatis gue bakal kepancing, and sometimes i couldnt help it.

Gue, dalam hal ini, merasa sebagai manusia yang sangat beruntung karena punya sahabat dan orang-orang hebat yang bisa bikin hidup gue berwarna.Dan, kadang suka bikin gue mikir, nikmat apa lagi yang gue dustai? I mean, Tuhan udah baik banget ngasih hal-hal mengagumkan dalam hidup gue. Dan terutama mereka yang selalu ada di depan gue untuk menuntun, di belakang gue untuk ngasih dorongan, dan di samping gue untuk menemani. I couldn't asking more for the most amazing thing that God has given me.

Banyak hal lain yang pengen diceritain, tapi nanti di lanjut deh. Gue udah niat pengen ceritain satu persatu mereka yang udah menyentuh sisi emosional hidup gue. Mereka yang hadir dan nggak beranjak meski gue berada dalam posisi terpuruk. Mereka yang ngasih gue semangat dan pengertian yang luar biasa ketika gue butuh di mengerti, tanpa mensyaratkan apa-apa.

Gue teh pengen nulis lebih detail... lebih, touchy... cuman konsentrasi gue kepecah sama bola nih! Indonesia sama Malaysia! Final Lap pertama. Tumben banget kan gue concern sama olah raga satu ini? I don't give a damn about world cup. But this is My LOVELY COUNTRY VS Malaysia, a country that like we already know, has some 'special' background issues with us. yeah we all know the drills.

Pokoknya ini bukan hanya sekedar pertarungan banyak-banyakan ngebobol gawang, tapi menyangkut perebutan memperjuangkan pride.

See you very soon blogie!

to reach your goal is to not letting it go.

Hey blogie... apa kabar? Seriously. Time flies is not just a phrase. Udah di penghujung taun 2010 aja nih....

Halo Resolusi, apa kabar? sudah terpenuhi kah euforia yang kita buat bersama di awal tahun ini, sebelas bulan yang lalu?

Well, 80% accomplished lah. Resolusi tahun ini adalah Honda Jazz Putih. And, guess what? I've already got the down payment. Yeap. Target tahun 2010 adalah menyelesaikan tiga novel. Tapi hanya berhasil bikin dua saja. Nggak papa lah. itu udah bagus banget. That surely gonna be the down payment. Dua novel ini gue gue anggap sebagai masa depan dari mobil impian gue. We gotta brave to shout our dream out loud arent we? Memang dua novel ini masih belum tentu di approve sama penerbit. But we gotta be bold to achieve our goals. Bukan bermaksud menipu diri dengan bermimpi, tapi berusha menjadikan keyakinan dan pengbdian terhadap mimpi, sebagai pemicu adrenalin dalam menghasilkan karya. Gue percaya hasil kerja keras gue ini akan mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. It's all about time.

Ada hal lain yang pengen diceritain, blogie. You know, kata pepatah, seorang yang sukses adalah dia yang nggak pernah melepaskan keyakinan terhadap apa yang dia impikan. Keyakinan bahwa dirinya mampu meraih apa yang dicita-citakan. Keyakinan bahwa the hardest day in daily life during pursuing the dreams bakal terbayar ketika semua kerja keras, pengorbanan dan keyakinan itu berubah menjadi sesuatu hal yang nyata: sebuah titik pencapain.

Gue ada temen. Masa SMA. Anaknya super jago main bass. Dia membentuk band, sempet rekaman dan bikin vid clip. Juga menang di bebeapa festival dan sering manggung meski baru sekup provinsi. Dan sekarang, dia berhenti main band dan bekerja di sebuah bank sebagai teller. (sejauh ini) karier bermusiknya nggak ada kelanjutan. Video clipnya hanya tayang di jam non prime time, itu pun hanya beberapa kali. but im not sure either, karena gue belom pernah liat di tv juga. baru liat di youtube. My poin is, kita sebut aja si Ca. si Ca ini freaking talented dalam ngebetot bas. Damn he seems the best bassist i ever know. Dan dia (setahu gue) melepas mimpi dia begitu aja. Dia nyerah sama proses yang dia rasa terlalu panjang. Dia kalah sama failure in launching their single. Dia kapok menghadapi perjungan menembus pasar. SEANDAINYA, dia nggak menyerah begitu aja sama obstacles yang disebutin tadi, gue yakin a hundred percent dia bakal jadi pemusik terkenal.

My point is, it's too bad to give up your everything just because you can bear your self to facing the failures and process.

Semoga aja si Ca nggak seperti yang gue duga. Semoga dia masih melanjutkan perjuangan dia untuk menjadi bassist hebat. Semoga dia mundur untuk menyusun strategi, bukan untuk mengaku kalah.

Just like me. Kalau suatu saat nanti novel gue ternyata ditolak, there are opportunities for those who is die hard in pursuing his dream.

This is me. I couldn't go anywhere else. Writing is my destiny. Now I might still a struggling writer. But when time folds the rolls of days, then my time is getting closer. I run through time with fingers keep dancing on my keyboard, pouring my imaginations and the dance of billions words in my head.

I'm a struggling writer. And devoted to my dream faithfully. No one can take this away from me. NO ONE. This is mine. my life. my dream. my everything that I solemnly would give up everything for..

Monday, December 6, 2010

Mimpi Saya Tidak Akan Pernah Mati

Belum ada kabar dari Gramedia mengenai publikasi novel pertama. Apakah akan diterbitkan, atau tidak. But what ever. Semua yang tengah terjadi saya jadikan sebagai proses pematangan.


Hidup terus bergulir, begitupun dengan saya. Terus mengalir dan mengikuti ritmenya. Hadapi apa yang akan terjadi nanti, dan yakin apapun yang akan terjadi, mimpi saya tidak akan pernah mati.









 

Sunday, October 24, 2010

Hati Yang Singkron Dengan Cuaca.

Hujan kini lebih sering menutupi langit. Sama dengan hatiku. Pertanyaan, masih belum bisa dienyahkan. Mungkin semua ini berujung pangkal pada satu situasi yang sedikit aku perumit, tapi berkait dengan banyak kebahagiaan orang-orang yang aku sayangi. Otomatis ini bukanlah hal yang simpel. Aku selalu benci dengan situasi seperti ini, dan kadang berpikir untuk menutup semua lubang agar tidak jatuh untuk kedua kali. Sama dengan keledai? Mungkin sedikit kasar harus merasa seperti itu, karena proses belajar manusia tidak selalu sama, dan keledai tidak harus terperosok dua kali untuk dapat terhindar dari lobang yang sama. Excuse? I dont think so. Manusia tumbuh dan memerlukan manusia lain untuk proses pendewasaan. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, self. Hampir semua orang yang ada di dunia pernah mengalami hal seperti ini. It's not a crime, and yet a great lesson to learn. Be happy with everything you've got. Cause being special is not always about what people liked from you, but it's all about you liked and comfort about your self.

Embrace the rain and walk with her...

Saturday, July 17, 2010

Confession of a closseted Diva.

WIKIPEDIA: A diva (English pronunciation: /ˈdiːvə/, Italian: [ˈdiːva]) is a celebrated female singer. The term is used to describe a woman of outstanding talent in the world of opera, and, by extension, in theatre, cinema and popular music. The meaning of diva is closely related to that of "prima donna".

Eksistensi. pengakuan. jati diri. Atribut wajib pergaulan para kaum urban kota metropolis. Gemerlap keriaan dan sorot lampu Jakarta sangat ampuh dalam membangunkan geliat sisi lain dari manusia, animal instinct within. Jakarta, hutan belantara abad dua satu, lebih liar dan berbahaya dari belantara sesungguhnya. Dimana musuh paling berbahaya terlihat sangat indah dan memiliki pesona yang memabukkan, datang sebagai seorang teman baik yang menawarkan kenyamanan hidup dan persahabatan yang sejati, memikat kita dengan keramahan yang sangat menggoda, sampai kita melihat sisi lain dari kelembutan dan keindahan itu, sebuah cangkang yang menyembunyikan rupa yang mengerikan: dualisme dan hipokrisi atas kepentingan pribadi.

Kita menjalani hari-hari dalam berbagai wadah sosial bernama lingkungan keluarga, sekolah, pertemanan dan masyarakat. Dari berbagai wadah tersebut, kita sering kali memerankan berbagai karakter yang berbeda dari satu ke yang lainnya. Ini wajar, karena setiap manusia memiliki sisi terdalam yang sangat tabu untuk diketahui oleh semua bagian kehidupan, karena tidak semuanya bisa menerima siapa kita dengan apa adanya. Maka dari itulah kita membangun berbagai peranan yang berbeda-beda.

Diva. Menurut keterangan Wikipedia di atas, sebuah julukan yang ditujukan kepada seseorang yang layak mendapat sorotan dan penghargaan dari berbagai jenis dunia hiburan: panggung opera, teater, perfilman dan juga musik. Untuk menjadi seorang Diva, dibutuhkan kecantikan dan pesona panggung tidak hanya dari tampilan luar, tapi juga dari dalam. Inner beauty, sebuah pancaran pesona yang natural dan memunculkan rasa kagum tanpa pretensi.

Seiring perjalanan waktu, arti dari kata Diva sepertinya mengalami perubahan yang lebih luas. Jaman sekarang julukan Diva bisa diberikan pada seseorang meskipun tidak terlibat dalam dunia hiburan, namun lebih ke penghargaan karakter, pesona, pembawaan diri dan juga penampilan yang terlihat seperti Diva, terlepas dari prestasi apa yang telah dia/mereka capai. Bahkan dalam sekup kecil lingkungan pergaulan pun, selalu ada satu atau dua yang berperan sebagai Diva, dan yang lainnya seolah hanya sebagai pengikut.

Sekarang kita kaitkan dengan perilaku hidup kaum urban dan hedonis Jakarta, dan juga peranannya di berbagai wadah lingkungan dimana dia berada. Bagi pribadi yang memiliki karakter Diva sejati (bukan berarti dia adalah seorang Diva sejati) dia akan mempertahankan orisinalitas kepribadiannya sebagai jati dirinya. Dia tidak akan berubah dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya. Namun bagi seseorang yang memiliki pola pemikiran yang lebih luas, dia akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum dia memutuskan untuk menjadi dirinya sendiri di setiap lingkungan yang dia kunjungi. Nah... Bagi mereka yang tidak memiliki keberanian untuk tampil sebagai pribadi yang orisinal, dia lebih memilih untuk mengikuti aturan norma yang mengharuskan kita menjadi pribadi yang normal, nggak neko-neko, dan mengikuti apa yang disebut kewajaran sesuai dengan sudut pandang masyarakat kebanyakan. Mereka menjadi patuh, takut berbuat salah, dan berusaha untuk selalu menjadi orang yang baik. Yang padahal adalah mereka menjadi seseorang yang terlalu takut untuk meninggalkan zona amannya.

Dan sialnya, mayoritas masyarakat memilih untuk menjadi seseorang seperti yang barusan saya jabarkan: menjadi seseorang yang normal dan memenuhi ekspektasi lingkungan dan masyarakatnya. Mereka memilih untuk menekan hasrat-hasrat terpendam untuk bisa stand out dan mendapatkan pengakuan dari orang lain dan menjadi diva minimal bagi dirinya sendiri, hanya karena takut melawan arus dan melenceng dari norma masyarakat atau pun di cap sebagai orang aneh. Dan sebagai pelampiasan hasrat terpendamnya, diam-diam mereka mencari lingkungan yang asing bagi mereka untuk melepaskan gejolak animal instinct mereka dan mengekspresikan sisi lain dari dirinya.

Satu hal yang menjadi perhatian saya, sungguh disayangkan berapa banyak waktu yang terbuang, dan masa muda pun menguap dengan sia-sia tanpa produktifitas yang berarti hanya karena takut dan merasa terkekang oleh patokan pola mainstream masyarakat yang mengharuskan kita menjadi seperti mereka pada umumnya. Padahal, ketika kita sadar bahwa hidup hanya sekali dan terlalu disayangkan jika dihabiskan dengan memikirkan rasa khawatir, maka kita tidak akan pernah bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang berarti.

Mungkin analogi, penjabaran dan ilustrasi di atas masih terlalu melebar kemana-mana untuk mencapai satu titik kesimpulan, tapi yang pasti yang saya ingin garis bawahi adalah, jangan takut untuk menjadi diri sendiri, dan melakukan apa yang ingin kita lakukan, menjadi sesuatu yang kita cita-citakan. Jadilah diva untuk diri sendiri. Buatlah sesuatu yang bisa membuat orang noticed dengan eksistensi kita. Keluarlah dari zona aman dan lakukan sesuatu yang berbeda dari masyarakat kebanyakan. Karena hidup hanya sekali dan sangat singkat. Jangan dulu berkata sudah siap mati ketika kita belum melakukan atau menghasilkan sesuatu yang berarti.


With love,


your self.

*a note from me 4 years a go, to my self 4 years latter.*

Monday, July 5, 2010

the substance of achievement: process and patients.

I want to pump my pedal gas and speed up this trip to reach the destination of my life. Well, I wish I could. But somehow, patience and process are two things that going along through the same linear. You know.. intinya harus sabar lah dalam mewujudkan sebuah impian. Klise? Emang. Tapi banyak orang yang selalu lupa dengan hukum alam yang satu ini. Ada perjuangan maka ada pengorbanan. dan ketika keduanya udah dilakukan, hasil pun akan didapat. memuaskan ato mengecewakan, itu mah masalah lain.. yang penting ada keberanian dan upaya dulu untuk ngewujudinnya.
Gue kadang keteteran juga ngadepin ego diri yang kadang nggak bisa kompromi dan terlalu egois menguasai pikiran. Tapi untungnya gue punya motivasi yang kuat buat ngewujudin semua yang gue impikan. Nggak semua sih, cuman saat ini adalah satu yang jadi target hidup gue: Jadi penulis baik yang produktif dengan karya yang tidak cheesy dan pasaran. And the biggest challange to fulfill the target is.. my self. My mood. Yeah. Untuk menggerakan jari menambah halaman novel, kadang memerlukan usaha ekstra super keras karena malas lebih berkuasa ketimbang drive untuk berkarya. Itu gue rasain beberapa minggu yang lalu, sebelum gue menyelesaikan novel Pre Wedding gue ke gramedia. Fyuh.. But thanks God akhirnya bisa selesai juga. Lega rasanya akhirnya gue bisa fokus dalam menyelesaikan sesuatu yang gue mulai. Total perjuangan empat bulan akhirnya kebayar sudah. Tanpa bermaksud untuk jadi seorang yang gampang puas, gue ngerasa sangat puas. To me, this is the biggest achievement in my life, like, ever.
Dan akhirnya sekarang gue sadar bahwa hardwork dan consistency sangat dibutuhkan untuk mewujudkan suatu hasil.
Dan sekarang gue siap untuk menghasilkan karya-karya selanjutnya, mengejawantahkan buah pemikiran yang udah cukup lama ngendon di hard disc laptop, membebaskannya dari penjara pengap untuk berkeliaran bebas di setiap ruang imajinasi orang-orang yang akan membaca karya-karya gue. Tumbuh dan dinikmati, dinilai, dan diberi penghargaan. Meski suatu saat pasti akan ada pihak yang kontra dengan karya-karya gue, gue udah siap. Setiap hal selalu mempunyai dua sisi, dan gue nggak bisa mengharapkan semua orang menyukai karya gue. Udah bisa terbit pun udah cukup buat gue. Dan ketika mendapatkan respon yang bagus? itu bisa jadi sebuah bonus. Bonus yang sangat menggiurkan. hehehe....

Now I (almost) officially become an author. Yes. Any time soon...

Sunday, July 4, 2010

Gue memperhatikan perkembangan komunikasi antar manusia akhir-akhir ini. bener-bener tergantung pada teknologi dan sangat kekurangan sentuhan personal.
Jadi, beberapa bulan lalu ketika gue masih pakek bb, hampir tiap hari selallu aja ada bbm yang masuk. entah itu nanyain lagi ngapain, sekedar curhat, ato apadeh yang biasanya terjadi ketika komunikasi via bb. Nah.. setelah gue ganti gadget dengan Hp yang tidak bisa ber BBM ria, kini rutinitas itu seolah ngilang gitu aja. Jadi temen2 gue yang biasanya rutin nyapa, nanya, ngajak chit chat dll kini berkurang drastis. Bahkan semenjak terakhir gunain bb, sampe sekarang nggak pernah sms!

Dan akhirnya gue pun sampai pada sebuah kesimpulan bahwa... ternyata dengan bb bisa meningkatkan komunikasi antar individu. mengada-ada kah? kan komunikasi lewat sms or telpon pun bisa..? Oke. Kayaknya bahasannya mulai melebar. Jadi fokus dari tulisan ini adalah, ketika keinginan untuk membuka komunikasi dengan seseorang terpengaruh oleh bb. yup, bb. gue dengan spesifik menekankan, karena emang kenyataannya (beberapa) temen-temen gue ternyata memang tergantung pada bb untuk menghubungi gue. I mean, kalo emang berniat untuk berkomnunikasi, they still have my number. bisa sms, or telpon. lantas kenapa setelah gue nggak pegang bb, sekarang jadi berhenti komunikasi? things to be noted, bukan karena gue ngerasa di anggap outsider karena nggak punya bb ya! bukan sama sekali! cuman gue tertarik aja untuk membahas betapa bb telah mengambil alih porsi komunikasi kita. I mean, lucu aja gitu... karena adanya bbm, maka topik pembicaraan pun selaluuu ajah ada. bb amazingly has bonding people's emotion, like, literally.

Yaitu dia, merasa aneh aja. BBM seolah nggak bisa digantikan oleh sms or ym untuk berkomunikasi. jadi rasanya lebih enak dan menyenangkan aja kalo lewat bbm untuk ngobrol ngalor ngidul....

Kenapa yah? Dan ada kemungkinan nih, nanti beberapa taun mendatang, pengguna gadget komunikasi mayoritas menggunakan bb. tsk, tajir gila tuh pemegang saham. would you marry me, then? #PLAK!