dari jejak tali ari yang terkubur dalam bumi, atau mungkin dihanyutkan sungai bening.. ke hilir tempat tautan harapan ayah dan bunda, ia melangkah menelusuri tilas masa lalu. kelebatan kenangan yang manis maupun menyayat hati menerobos masuk seiring udara yang berhembus dari ruangan bebas tekanan seturunnya ia dari pintu pesawat.
Hujan gerimis.. sebuah sambutan hangat dari langit untuknya.
Dia sedang mengunjungi tanah kelahirannya. aku disini merasa takut..
kenapa aku merasakan kehilangan?
dia hanya pergi sepuluh hari, namun kesan yang ditinggalkan adalah ia akan tinggal disana untuk selamanya.
Vito, pergi janganlah tidak kembali..
mampir dan mengintip
Thursday, April 24, 2008
Saturday, April 19, 2008
sedikit fakta mengenai kebahagiaan
ternyata.. kebahagiaan tidak datang ketika engkau mencarinya untuk dirimu sendiri. namun kebahagiaan datang ketika kamu membagi-bagikannya untuk orang lain. obsesi untuk membahagiakan diri sendiri, ternyata secara tidak langsung menjauhkan diri kita dari kebahagiaan.. mungkin bagi kita yang terobsesi untuk menjadi bahagia namun tidak kunjung mendapat kebahagiaan itu, sudah saatnya kita merubah sudut pandang kita, dan menentukan objek siapa yang haru skita bahagiakan. dengan membagi-bagi kebahagiaan, kita mendekatkan kebahagiaan untuk diri kita sendiri.
melangkah pintu ku terasing
ketika benak melayang memikirkan indahnya hidup, ingin ku diam disana dan menjadi batu dalam abadinya ranah kenangan, kokoh memeluk pancang memori terindah dan aku tak pergi kemana, terpesona oleh nikmatnya bahagia. namun bagian dari hidup bukanlah hanya bahagia. kesedihan, rasa malu, penghianatan, penghinaan, cemoohan, cacian, tamparan, adalah sebagian kecil dari komposisi yang menyusun kerangka kehidupan.
aku berbicara dengan si bijak. dia berkata bahwa dengan dicemooh lah orang bisa pintar, dengan cacian ia lebih tegar. kadang kita manusia yang pongah merasa itu hanyalah retorika, hidup di dunia adalah untuk dihormati. disisi lain, dia tidak mau menghormati..
jangan lewatkan kesempatan untuk belajar menjadi manusia ketika cobaan datang dan kau tidak menghadapinya, malah memalingkan muka lantas lari darinya. karena dengan begitu, ia tidak akan pergi, malah mundur selangkah untuk mendekatimu dua langka. semakin kamu menghindari masalah, semakin ia mendekati kita. kata orang bijak, selesaikan lah masalah dengan menghadapinya. jangan pernah menyerah pada tekanan. pintar2 lah memanage komunikasi. jadilah seseorang yang assertif.
betapa beruntungnya diriku, hampir setiap hari orang bijak itu selalu ada disampingku.
aku berbicara dengan si bijak. dia berkata bahwa dengan dicemooh lah orang bisa pintar, dengan cacian ia lebih tegar. kadang kita manusia yang pongah merasa itu hanyalah retorika, hidup di dunia adalah untuk dihormati. disisi lain, dia tidak mau menghormati..
jangan lewatkan kesempatan untuk belajar menjadi manusia ketika cobaan datang dan kau tidak menghadapinya, malah memalingkan muka lantas lari darinya. karena dengan begitu, ia tidak akan pergi, malah mundur selangkah untuk mendekatimu dua langka. semakin kamu menghindari masalah, semakin ia mendekati kita. kata orang bijak, selesaikan lah masalah dengan menghadapinya. jangan pernah menyerah pada tekanan. pintar2 lah memanage komunikasi. jadilah seseorang yang assertif.
betapa beruntungnya diriku, hampir setiap hari orang bijak itu selalu ada disampingku.
Wednesday, April 2, 2008
I Ignore your curiousity
let the distance keep my secret hidden. And i'm sure the wind cannot read the alphabets, so i write down my secrets on the surface of sands, to release the burden that encumbered my shoulder, just for a while. But unfortunately.. the wind can blow the dust. either the alphabets of my secret..
then fly the words through the distance follow the direction where the wind blows.. it is directly blew to you. then the secret has reveal...
God has no Sex.
then fly the words through the distance follow the direction where the wind blows.. it is directly blew to you. then the secret has reveal...
God has no Sex.
Tuesday, March 18, 2008
Nervousness Increase Stupidities..
when your heart is pumping faster than usual, and your sweat drain so hard, ruangan serasa menyempit dan kepanikan melanda kepalamu. semuanya seolah menjadi kabur dan perasaan menjadi tidak menentu. ada seorang yang bijak memberitahu gw, bahwa ketika seseorang dalam keadaan gugup, maka dia akan menjadi bodoh. dan memang ebnar adanya... kita jadi tidak tahu apa yang harus di perbuat, lantas mencari-cari cara untuk menghilangkan kegugupan itu dengan bergerak secara tidak emnentu dan bisa menimbulkan kesan ackward..
Sunday, March 9, 2008
Terus... Teruslah Menari.
terus...
Teruslah menari.
jangan biarkan panggung ini dijeda sepi
karena nyawa kita adalah tepukan tangan dan imajinasi yang berkelana bersama serenada.
beratus deret kursi tidak pernah lagi diduduki.
pertunjukan kita sudah tidak diminati, namun jiwa masih saja haus menghentakkan kaki dan jemari.
Terakhir sambutan adalah lemparan telur busuk dan caci maki. Sempat aku bertanya, ada apa dengan sandiwara ini? kenapa semuanya mendadak kering dan kerontang dari gelitik kekaguman..?
dari belakang panggung mari kita berlutut.. sibakkan layar dari jala laba-laba dan debu.
meski jiwa kita diacuhkan bahkan oleh sepasang mata, kita tidak usah perduli. Mari kita lanjutkan menari. Dan jika kelak kaki kita terperosok menginjak papan panggung aus, kita jadikan saja sebuah lelucon konyol sebagai intermezzo dari sakitnya menjadi tidak dianggap.
Teruslah menari.
jangan biarkan panggung ini dijeda sepi
karena nyawa kita adalah tepukan tangan dan imajinasi yang berkelana bersama serenada.
beratus deret kursi tidak pernah lagi diduduki.
pertunjukan kita sudah tidak diminati, namun jiwa masih saja haus menghentakkan kaki dan jemari.
Terakhir sambutan adalah lemparan telur busuk dan caci maki. Sempat aku bertanya, ada apa dengan sandiwara ini? kenapa semuanya mendadak kering dan kerontang dari gelitik kekaguman..?
dari belakang panggung mari kita berlutut.. sibakkan layar dari jala laba-laba dan debu.
meski jiwa kita diacuhkan bahkan oleh sepasang mata, kita tidak usah perduli. Mari kita lanjutkan menari. Dan jika kelak kaki kita terperosok menginjak papan panggung aus, kita jadikan saja sebuah lelucon konyol sebagai intermezzo dari sakitnya menjadi tidak dianggap.
Thursday, March 6, 2008
adakah rahasia sebuah ilmu untuk hidup diam tanpa riak emosi mengusik persemedian dalam sendiri...?
Alangkah terbata aksara berkelana, buih dan debu saling berlomba mengesatkan mata dan memedihkan panca indera..
Aku salju digeliatnya lidah api buritan neraka. Dalam jarak bermiliaran cahaya aku harus menghilang, tanpa tahu apa dan siapa yang telah membinasakanku, Dalam salak suara seolah anjing menghardiku, dan akupun mengkerut menjadi sebesar biji sawi..
Seperti ... seperti.... seperti hal yang tidak dapat tergambarkan.
tidak disini tidak disana tidak dimana-mana, tak ada ruang untukku menjadi sebuah nyanyian utuh nan merdu.
Aku memerlukan kamar gelap dan pengap tapi sendiri serta nyaman,.
selayak semak yang menggelinding dipadang pasir, riak kegelisahan meluncur tanpa pamit, dan kulitku ditusuki jarum dari pori ke pori. ( satu lagi tangan setan kecil menjambak empat ratus helai rambutku, dari kejauhan siluman tanpa kepala melempariku dengan telur busuk, menarik celanaku, menunggingkan pantatku dan memukulinya sampai merah dan akhirnya menyeretku kesebuah panggung yang disoroti ribuan megawat cahaya lampu dengan billionan pasang mata menyoroti tingkah aneh ku dan menganggapku sebagai mahluk tergila dan terbodoh)
anda puas..?
Alangkah terbata aksara berkelana, buih dan debu saling berlomba mengesatkan mata dan memedihkan panca indera..
Aku salju digeliatnya lidah api buritan neraka. Dalam jarak bermiliaran cahaya aku harus menghilang, tanpa tahu apa dan siapa yang telah membinasakanku, Dalam salak suara seolah anjing menghardiku, dan akupun mengkerut menjadi sebesar biji sawi..
Seperti ... seperti.... seperti hal yang tidak dapat tergambarkan.
tidak disini tidak disana tidak dimana-mana, tak ada ruang untukku menjadi sebuah nyanyian utuh nan merdu.
Aku memerlukan kamar gelap dan pengap tapi sendiri serta nyaman,.
selayak semak yang menggelinding dipadang pasir, riak kegelisahan meluncur tanpa pamit, dan kulitku ditusuki jarum dari pori ke pori. ( satu lagi tangan setan kecil menjambak empat ratus helai rambutku, dari kejauhan siluman tanpa kepala melempariku dengan telur busuk, menarik celanaku, menunggingkan pantatku dan memukulinya sampai merah dan akhirnya menyeretku kesebuah panggung yang disoroti ribuan megawat cahaya lampu dengan billionan pasang mata menyoroti tingkah aneh ku dan menganggapku sebagai mahluk tergila dan terbodoh)
anda puas..?
Subscribe to:
Posts (Atom)
